Hiperaktif/ADD terjadi ketika ada disfungsi pada sistem yang mengaktifkan retikuler dalam otak, yaitu bagian dari sistem saraf pusat tubuh. Daerah ini bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan informasi dari satu bagian otak ke bagian lain melalui norepinefrin, karena informasi eksternal. Ketika terganggu, ada stimulasi berlebihan menyebabkan pikiran menjadi bekerja terlalu keras dan tidak mampu mengatasi, menyebabkan kurangnya fokus dan gejala lainnya.
Ada banyak bentuk ADD, seperti Hyperactivity Disorder (ADHD), Attention Deficit Behavior Disorder (ADBD), Oppositional Defiant Disorder (ODD) dan Conduct Disorder (CD). Dari jumlah tersebut, ADHD adalah yang paling banyak dikenal dari bentuk ADD.
Banyak faktor yang menyebabkan ADD, dan kerusakan sistem aktifitas retikuler. Konsumsi gula berlebihan mengurangi sensitivitas otak untuk norepinefrin, sehingga sulit bagi otak untuk menyampaikan pesan ke berbagai daerah pikiran. Faktor-faktor lain termasuk kekurangan oksigen selama kelahiran, genetika, diet terlalu ketat sehingga kurang nutrisi, dan penyalahgunaan zat selama kehamilan.
Indikator umum bahwa seseorang menderita ADD termasuk ketidakmampuan belajar, agitasi, agresi, tidak fokus dan memori yang lemah. Gejala-gejala ADD juga sering membingungkan di karenakan ada penyakit lain atau dihubungkan dengan faktor yang berbeda, sehingga sulit untuk di diagnosa. Misalnya, gejala utama ADD adalah pelupa, gelisah, depresi, ketidakmampuan untuk fokus dan perilaku impulsif. Namun, tiroid, depresi, kecemasan, atau stress di sebabkan lingkungan juga dapat mengakibatkan gejala yang sama. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan perilaku impulsif dan gelisah, dan alergi dapat menyebabkan reaksi yang mengurangi neurotransmitter dalam otak menyebabkan gejala yang sama.
Ada pengobatan yang tersedia bagi mereka yang menderita ADD, dan yang paling umum adalah penggunaan obat antidepresan. Namun, obat-obat ini memiliki efek samping yang parah seperti depresi meningkat, agitasi, dan gagasan bunuh diri.
Ada juga pengobatan alternatif, seperti tumbuh-tumbuhan dan nutrisi digunakan untuk menyeimbangkan kimia otak yang telah dirugikan. Pengobatan alternatif ini tidak tidak memiliki efek samping, dan secara khusus dirancang untuk memberikan asam yang diperlukan, hormon dan pertumbuhan saraf yang diperlukan untuk membantu sistem aktivasi reticular.
Bagi mereka yang menderita ADD, dianjurkan untuk mengurangi asupan gula. Konsumsi gula terkait dengan perilaku agresif. Individu juga harus diuji apakah menderita alergi, terutama yang dipicu oleh pewarna makanan.
Ada juga pengobatan ADD/Hiperaktif dengan Terapi Gelombang Otak, ada gelombang yang lemah pada otak seseorang yang menderita ADD/Hiperaktif. Gelombang yang lemah ini adalah gelombang SMR/Low Beta.
Sumber :
www.gelombangotak.com/terapi_hiperaktif_konsentrasi_fokus.htmLabel: ADD, hiperaktif, otak, terapi